Mendefinisikan Makna Shabat dan Teman

Sabtu, Juni 03, 2017
Photo: www.pexel.com

Sudah menjadi kodratnya manusia diciptakan saling membutuhkan satu sama lain. Sebagai makhluk sosial kita memiliki ketergantungan terhadap orang lain.

Secara umum teman adalah orang yang tidak terlalu dekat dengan kita, namun pernah kenal satu sama lain. Sedangkan sahabat adalah bentuk tertinggi sebuah hubungan pertemanan. Sejatinya, mencari teman itu lebih mudah ketimbang mencari sahabat. Teman itu tanpa batas, sedangkan shabat itu sangat terbatas dan susah untuk dicari.

 “Permisalan teman yang baik dan teman duduk yang jelek seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. (Duduk dengan) penjual minyak wangi bisa jadi ia akan memberimu minyak wanginya, bisa jadi engkau membeli darinya, dan bisa jadi engkau akan dapati darinya aroma yang wangi. Sementara (duduk dengan) pandai besi, bisa jadi ia akan membakar pakaianmu, dan bisa jadi engkau dapati darinya bau yang tak sedap.” - H.R. Al-Bukhari dan Muslim

Bagaimana seharusnya
kita menyikapi atau memutuskan
untuk berteman atau bersahabat?

Setiap orang memiliki filosofi sendiri tentang kehidupannya. Ada yang merasa sangat butuh terhadap orang lain sebagai sandaran untuk mencurahkan isi hatinya dan bercerita tentang keluh kesah yang dialaminya. Namun, ada juga sebagian orang yang beranggapan bahwa sendiri saja sudah cukup baginya tanpa harus memiliki seorang teman atau sahabat. Karena sejatinya kebahagiaan itu tergantung bagaimana seseorang memaknainya, karena sudut pandang dan takaran stiap manusia itu berbeda - beda.

Namun sayangnya, banyak orang yang salah dalam mengartikan apa arti dari sebuah persahabatan. Sahabat itu bukan orang yang selalu ada dimanapun kamu berada. Sahabat itu orang yang tahu bagaimana dia menempatkan dirinya terhadap orang lain. Sahabat selalu membuka telinga untuk mendengar keluh kesahmu, bukan hanya sekedar ingin tahu apa yang terjadi dengan hidupmu. Sahabat juga orang yang selalu merelakan pundaknya sebagai sandaran bagi temannya sedang terperangkap dalam isak tangis oleh sekelumit permasalahan. Sahabat juga orang yang pertama yang bisa merasakan kebahagiaan saat ia melihat atau mendengar kebahagiaanmu. Tidak jarang kamu lupa untuk berbagi kebahagiaan dengannya tapi dia tidak pernah mempermasalahkannya, karena dia tahu bagaimana seharusnya dia menempatkan dirinya.

Sahabat itu bukan berarti selalu ikut campur dalam menyelesaikan semua masalahmu. Tapi sahabat memberikanmu ruang untuk memikirkan sendiri solusi untuk setiap permasalahan yang kamu hadapi, namun ketika dibutuhkan ia tak pamrih dalam memberikan bantuan. Sahabat bukan orang yang tega melihatmu kecewa, sahabat akan mengingatkanmu ketika kamu mulai melangkah kearah yang salah, sahabat juga menjadi orang yang selalu mensuport keadaanmu ketika kamu sedang terjatuh, memaafkan mu ketika kau tanpa sadar pernah menyakitinya.

Tidak masalah sebenarnya jika kamu tidak memiliki sahabat. Karena sejatinya masih ada teman yang lebih mengerti dan selalu ada dibelakangmu, masih ada keluarga, ayah, ibu, adik, dan kakak, serta saudara - saudaramu yang lain. Kamu juga masih punya tuhan yang tidak pernah sekalipun memalingkan perhatiannya darimu dan siap setiap saat untuk menampung barbagai keluh kesahmu.

Persahabatan bukan berarti tanpa perbedaan. Persahabatan itu tentang saling menghargai, bukan saling memanfaatkan. Persahabatan itu juga bukan tentang memahami dan mengerti, karena seorang sahabat tetap bisa menerima hal yang tidak mungkin dimengerti atau dipahami oleh orang lain. - DIZAZ


ARTIKEL DITULIS ULANG DAN DIKUTIP DARI DIZAZ BLOG

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.