Lokasi, Anggaran, Konsep dan Persiapan Teknis - Membangun Rumah Tanpa Arsitek 001

Friday, July 24, 2020


Membangun rumah Hunian beberapa tahun ini bukan sebuah perkara mudah, selain sulitnya mencari lokasi yang strategis dan cocok, juga dibenturkan oleh biaya bahan baku dan ongkos tukang yang sudah mulai meroket. Semakin lama, tampaknya Hunian vertikal akan semakin diminati oleh kaum Millennial dikarenakan banyaknya biaya yang diperlukan ketika membangun Hunian tapak dibandingkan dengan tinggal di apartemen dan sejenisnya.

Lokasi Strategis
Pada tahun 2015 orang tuaku membeli tanah yang cukup strategis, Meskipun lokasinya sedikit jauh dibandingkan dengan rumah dinas yang sudah aku tempati bersama keluargaku sejak tahun 2000. Tanah ini memiliki luas kurang lebih 60 m² dengan dua bangunan permanen (rumah tua dan kontrakan 2 pintu) di atasnya dan dijual dengan harga sekitar Rp.120jt, harga ini bisa dibilang jauh dibawa harga pasar karena lokasi tersebut merupakan area dalam kelurahan yang penduduknya sudah cukup banyak dan padat.

Hal pertama dan paling penting yang harus dilakukan ketika kita mencari lokasi sebagai tempat untuk membangun Hunian menurutku pribadi adalah memastikan bahwa lokasi tersebut
  • Dekat dengan akses layanan publik (sekolah, rumahsakit, dll)
  • Tentunya sudah banyak pemukiman dan tercover jaringan telekomunikasi
  • Tanah yang padat dan tidak tergenang Air
  • Masih memiliki potensi Air Tanah yang cukup dan baik untuk kebutuhan rumah tangga
  • Mempunyai saluran drainase yang baik
  • Akses jalan yang baik dan bisa dilalui kendaraan besar
  • Dll (nanti ditambahlagi kalau ingat)

Anggaran/Budget
Setelah kita memiliki lokasi yang sesuai, selanjutnya kita harus mempersiapkan anggaran untuk  pembangunan. Yang perlu kita perhatikan terlebih dahulu adalah, pastikan kita update dan tahu harga bahan bahan dasar yang digunakan untuk pembangunan. Akan lebih baik nantinya jika kita bisa mendapatkan toko atau agen agen lokal yang dekat dengan lokasi pembangunan, sehingga kita akan meminimalisir biaya pengangkutan bahan baku ke lokasi.

Hal kedua yang perlu kita tentukan adalah, bagaimana nantinya Hunian akan dibangun apakah kita akan menggunakan jasa arsitek profesional atau hanya menggunakan pengalaman tukang saja. Pada dasarnya akan banyak sekali keuntungan ketika kita menggunakan jasa arsitek profesional salah satunya yang paling utama adalah kita bisa meminimalisir biaya biaya yang muncul akibat kesalahan perencanaan. Karena biasanya jasa arsitek sudah memperhitungkan segala macam aspek yang dibutuhkan dari mulai tahap pembangunan hingga finising Hunian.

Beda cerita ketika kita memiliki anggaran yang terbatas dan tidak bisa melakukan proses pembangunan dari tahap awal hingga finising dalam jangka waktu yang berkesinambungan. Selain dikarenakan anggaran yang terbatas aku (dalam hal ini mewakili orangtua) dihadapi oleh kendala tenaga tukang yang Juga terbatas (disini masih jarang menggunakan kontraktor dalam membangun). Oleh karena itu aku mempersiapkan sendiri konsep dan estimasi biaya dalam pembangunan rumah ini dan disesuaikan dengan budget yang telah dipersiapkan serta update harga harga bahan dasar yang ada di pasar lokal.

Hal yang harus kita garis bawahi ketika kita membangun hunian tanpa arsitek adalah kita siap atas segala resiko yang akan diterima pada kemudian hari.

(nanti akan kita bahas di tulisan tulisanku lainnya dalam seri yang sama). 


Beruntungnya saat itu orang tuaku menemukan toko bangunan yang memiliki sistem kredit, dimana ini sangat membantu dalam proses pembagian pos pos budget. Toko ini memberikan kredit kepada pelanggan di mana kita sebagai pembeli bebas mengambil bahan baku apa saja yang di butuhkan dalam proses pembangunan dan dapat dicicil setelah Hunian dibangun atau saat proses pembangunan berjalan. Hal ini penting, meskipun kita memiliki budget yang cukup untuk melunasi semua biaya bahan baku tersebut tapi kita perlu mempertimbangkan biaya tidak Terduga yang akan muncul nantinya saat proses pembangunan.

Konsep dan Referensi
Dalam membangun rumah tanpa arsitek, pastikan bahwa kita mampu nantinya untuk mem-visualisasikan bentuk hunian yang diinginkan kepada tukang untuk direalisasikan dalam bentuk nyata. Baik itu dalam bentuk potongan gambar diinternet atau model 3D yang kita buat sendiri menggunakan aplikasi yang sudah banyak bertebaran di platform sistem operasi baik android/ios/windows/dll.

Untuk membangun dan mencari konsep sebagai referensi rasanya tidak begitu sulit di Era seperti saat ini. Sudah banyaknya informasi yang bisa kita dapatkan di internet baik itu berupa potongan potongan gambar rumah di Google atau denah lengkap rumah minimalis atau foto dokumentasi hunian yang saat ini banyak dipublikasikan di internet, misalnya seperti Arsitag.com atau channel youtube yang menyediakan informasi trend hunian terbaru. Hal penting yang perlu diingat adalah foto atau konsep yang kita temukan itu tidak memiliki informasi yang lengkap. Misalnya perhitungan perhitungan teknis akan didapatkan jika seandainya kita menggunakan jasa arsitek profesional. Oleh karena itu pastikan kita mampu untuk melakukan hal tersebut atau dapat menemukan tukang yang berpengalaman.

Persiapan Teknis
Ada banyak sekali hal yang harus kita perhatikan dalam persiapan teknis pembangunan. Yang paling utama adalah menemukan tukang yang berrpengalaman dan memiliki taste desain yang bagus. Karena dalam beberapa kasus yang aku temukan di lapangan, beberapa kepala Tukang bukannya merealisasikan apa yang diinginkan oleh si pemilik rumah tapi malah menciptakan sebuah visualisasi baru menurut keinginannya sendiri berdasarkan pengalamannya yang tentunya akan merusak konsep hunian yang sudah dipersiapkan oleh pemilik rumah.

Kemudian yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah jangka waktu pembangunan, pastikan bahwa budget yang kita miliki bisa meng-cover proses pembangunan dalam tahapan tahapan pembangunan seperti
  • Membangun fondasi
  • Pemasangan Bata
  • Pemasangan Kusen dan Atap
  • Instalasi Listrik dan Air
  • Plasteran dan Aci
  • Pemasangan Lantai
  • Instalasi Plafon
  • Finishing

Itu ada beberapa tahapan yang berdasarkan pengalamanku tidak bisa dipisahkan satu sama lain dan harus dilakukan dalam satu siklus yang bersamaan. Misalnya saja ketika aku menggunakan kusen kayu untuk hunian dan melakukan pemasangan kusen dan atap secara terpisah atau dalam Jangka waktu yang lumayan lama itu akan membuat kusen yang sudah terpasang dapat menjadi rusak. Ada faktor lain yang juga perlu kita pikirkan ketika melakukan pembangunan, yaitu musim. Ketika kusen yang sudah terpasang tidak segera ditutup dengan atap Kayu akan Akan mudah pecah ketika dihantam oleh hujan dan panas secara bergantian (akan dibahas lebih lanjut di judul Antara Kusen Kayu dan Aluminium untuk Hunian)

Selanjutnya lokasi pembangunan sebaiknya memiliki sumber air bersih yang bisa digunakan selama proses pembangunan Hunian. Kemudian juga perlunya tempat tertutup untuk penyimpanan bahan baku selama proses pembangunan atau tempat tinggal/istirahat sementara tukang (jika tukang membutuhkan)

***

Cukup sekian dulu tulisan kali ini tentang Lokasi, Anggaran, Konsep Desain dan Persiapan Teknis - Membangun Rumah Tanpa Arsitek Bagian #1, selanjutnya pembahasan tentang menyesuaikan kebutuhan hunian dengan konsep desain akan kita bahas pada tulisanku berikutnya, see you!

Powered by Blogger.